PEMUDA HIJRAH

Tobat Sebelum Terlambat

Rabu, 31 Januari 2024

Lirik Syair TAWWEL AL-SHAWQ

Lirik Syair TAWWEL AL-SHAWQ

 


Berikut adalah lirik syair /nashhed by AHMAD BUKHTAIR

طَوِيْلُ الشَّوْقِ يَبْقَى في إغْتِرَابِ

Thaweelu syauqi yabqa figh tiraabi
(Kerinduan seseorang dalam pengasingannya)

فَقِيرٌ في الْحَيَاةِ مِنَ الصِّحَابِ
Faqiirun fil hayaati minash shihaabi
(Tidak memiliki teman di dalam hidupnya)

وَمَن يَأمَنْكِ يَا دُنْيَا الدَّوَاهِي
Wa man yakmanki yaa dunyad dawaahii
(Yang percaya pada dunia yang penuh penderitaan)

تَدُوْسِينَ الْمُصَاحِب فِي التُّرَابِ
Taduusiina mushaahib fit turaabi
(Engkau terinjak injak di dalam debu)

وَأعْجَبُ مِن مُرِيْدِكِ وَهوَ يَدْرِي
Wa a'jabu min muriidiki wahuwa yadrii
(Sungguh ajaib mereka yang menginginkanmu sedang ia tidak tahu)

بِأَنَّك فِي الْوَرَى أمُّ الْعُجَابِ
Bi-annaki fil waraa ummul 'ujaabi
(Bahwa engkau keanehan di antara ciptaan)

وَلَوْلَا أنَّ لِي مَعْنى جَمِيْلاً
Walau laa anna lii ma'nan jamiilan
(Jika bukan karena makna yang indah)

لَبِعْتُ المُكْثَ فِيْهَا بِالذِّهَاب
Labi'tul muktsa fiihaa biz zihaabi
(Aku tidak akan bertahan di sini)

رَأيْتُ اللهَ في ذَا الْكَوْنِ رَبًا
Raitul laaha fii dzal kauni roban
(Aku menemukan Allah Tuhan semesta alam)

Keutamaan Menjaga Wudhu

Keutamaan Menjaga Wudhu





1. Mendapatkan Setengah Iman
Keutamaan menjaga wudhu yang pertama adalah mendapatkan setengah iman atau merupakan sebagian dari iman. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda,

الطَّهُورُ شَطْرُ الإِيْمَانِ

Artinya: "Bersuci itu sebagian dari iman" (HR Muslim)

2. Dosa-Dosa Diampuni oleh Allah SWT
Keutamaan menjaga wudhu yang paling utama adalah karena wudhu dapat menghapus dosa-dosa seorang muslim. Dalam sebuah hadits disebutkan, dengan menyempurnakan wudhu maka dosa-dosa seakan keluar dari bawah kuku kita luntur bersama dengan air yang mengalir.

Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الُوضُوْءَ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ جَسَدِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِهِ

Artinya: "Barang siapa yang berwudhu lalu ia baguskan wudhunya, maka kesalahannya akan keluar dari tubuhnya hingga dosanya keluar dari bawah kuku- kukunya" (HR Muslim 245)

3. Menjadikan Diri Sebagai Ahli Iman
Salah satu keutamaan menjaga wudhu adalah seorang muslim akan menjadi ahli iman dan seorang mukmin yang bertakwa. Dengan begini, maka ia akan dicintai oleh Allah SWT dan mendapat banyak karunia-Nya.

Menjaga wudhu dianjurkan pada setiap saat, baik dalam keadaan terjaga maupun hendak tidur. Hal ini sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam hadits-hadits sahih.

Tsauban RA berkata, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

اسْتَقِيمُوا وَ لَنْ تُحْصُوْا وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلَاةُ وَ لَا يُحَافِظُ عَلَى الْوُضُوْءِ إِلَّا مُؤْمِنٌ

Artinya: "Berpegang teguhlah kalian (di jalan Allah), janganlah goyah dan ketahuilah bahwa sebaik-baik amalan adalah shalat dan tidak ada selalu menjaga wudhu selain orang mukmin" (HR Ibnu Majah)

4. Bercahaya Ketika di Hari Kiamat
Seorang muslim yang menjaga wudhunya, menyempurnakannya, dan memperbanyak amalnya, akan menjadi ahli iman pada hari kiamat kelak.

Keutamaan menjaga wudhu ini sebagaimana dikatakan oleh Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,

إِنَّ أُمَّتِي يُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِيْنَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوْءِ, فَمَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيْلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ

Artinya: "Sesungguhnya umatku akan dihadirkan pada hari kiamat dalam keadaan putih bercahaya disebabkan bekas wudhu, barang siapa diantara kalian bisa memperpanjang cahayanya hendaklah ia lakukan" (HR Bukhari no.136, Muslim no.246, an-Nasai no.150, Ibnu Majah no.4282, Malik no.64 dan Ahmad no.2446)

5. Diberi Balasan Surga
Keutamaan menjaga wudhu yang terakhir adalah dapat menyebabkan diri seorang muslim diberi balasan surga oleh Allah SWT. Meskipun wudhu hal yang tergolong sepele, namun amalan ringan ini apabila dirutinkan maka bisa menjadi jembatan menuju surga.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Uqbah bin Amir RA, ia berkata:

"Dahulu kami menggembala unta, lalu malam tiba kemudian saya mengistirahatkannya dengan memberikan makanan untuknya, saat itu Rasulullah SAW berbicara dengan orang-orang, lalu saya mendengar sabdanya:"

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ وُضُوْءَهُ ثُمَّ يَقُوْمُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ مُقْبِلٌ عَلَيْهِمَا بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ إِلَّا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

Artinya: "Tidaklah seorang muslim berwudhu lalu membaguskan wudhunya kemudian shalat dua rakaat ikhlas mengharap wajah Allah, maka dia akan masuk Surga" (HR Muslim no.243)

Dikutip dari: https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7058235/5-keutamaan-menjaga-wudhu-jadi-cahaya-di-hari-kiamat-penggugur-dosa

Sabtu, 27 Januari 2024

Lirik Lagu Arab Habbaitak x Ala Bali Latin & Terjemahannya

Lirik Lagu Arab Habbaitak x Ala Bali Latin & Terjemahannya

 


حَبِّيْتَك يَوْم مَا اتْلَاقِيْنَا

Habbiitak yoummat la-iinak

(Aku mencintaimu pada hari kita bertemu)

لَمَّا حَكِيْنَا أَوِّلْ كَلَام
Lamma hakeena awwel kalaam
(Saat kita mengucapkan kata pertama)

حَبِّيْتَك وَاحْلِف عَلَى دَه
Habbiitak wahlif 'alaa da
(Aku mencintaimu dan aku berani bersumpah)

تِسْمَع زِيَادَة دَه انَا مُشْ بَنَام
Tisma' ziyaada dana mush banaam
(Ingin mendengar lebih banyak bahkan aku tidak bisa tidur)

عَلَى بَالِيْ وَلاَ انْتَ دَارِى بِاللِّي جَرَالِى
'Ala Bãlii wa lãanta dãrii billii gharãlii
(Di pikiranku, dan kamu tak akan tahu apa yang terjadi padaku)

وِاللَّيَالِيْ سِنِيْن طَوِيْلَةْ سِيبْتَهَالِيْ
wal-layãlii siniin thawiila sibtihalii
(Dan malam-malam bagaikan tahun yang panjang ketika kamu meninggalkanku)

يَا انْشِغَالِيْ بِكُلِّ كِلْمَةْ قُولْتَهَالِيْ
insyighãlii bikulli kilma ultahalii
(Wahai kesenanganku, dengan segala kata yang kamu katakan padaku)

عَلَى بَالِيْ وَلاَ انْتَ دَارِى بِاللِّي جَرَالِى
'Ala Bãlii wa lãanta dãrii billii gharãlii
(Di pikiranku, dan kamu tak akan tahu apa yang terjadi padaku)

وِاللَّيَالِيْ سِنِيْن طَوِيْلَةْ سِيبْتَهَالِيْ
wal-layãlii siniin thawiila sibtihalii
(Dan malam-malam bagaikan tahun yang panjang ketika kamu meninggalkanku)

يَا انْشِغَالِيْ بِكُلِّ كِلْمَةْ قُولْتَهَالِيْ
insyighãlii bikulli kilma ultahalii
(Wahai kesenanganku, dengan segala kata yang kamu katakan padaku)

حَبِّيْتَك يَوْم مَا اتْلَاقِيْنَا
Habbiitak yoummat la-iinak
(Aku mencintaimu pada hari kita bertemu)

لَمَّا حَكِيْنَا أَوِّلْ كَلَام
Lamma hakeena awwel kalaam
(Saat kita mengucapkan kata pertama)

حَبِّيْتَك وَاحْلِف عَلَى دَه
Habbiitak wahlif 'alaa da
(Aku mencintaimu dan aku berani bersumpah)

تِسْمَع زِيَادَة دَه انَا مُشْ بَنَام
Tisma' ziyaada dana mush banaam
(Ingin mendengar lebih banyak bahkan aku tidak bisa tidur)

عَلَى بَالِيْ وَلاَ انْتَ دَارِى بِاللِّي جَرَالِى
'Ala Bãlii wa lãanta dãrii billii gharãlii
(Di pikiranku, dan kamu tak akan tahu apa yang terjadi padaku)

وِاللَّيَالِيْ سِنِيْن طَوِيْلَةْ سِيبْتَهَالِيْ
wal-layãlii siniin thawiila sibtihalii
(Dan malam-malam bagaikan tahun yang panjang ketika kamu meninggalkanku)

يَا انْشِغَالِيْ بِكُلِّ كِلْمَةْ قُولْتَهَالِيْ
insyighãlii bikulli kilma ultahalii
(Wahai kesenanganku, dengan segala kata yang kamu katakan padaku)

عَلَى بَالِيْ وَلاَ انْتَ دَارِى بِاللِّي جَرَالِى
'Ala Bãlii wa lãanta dãrii billii gharãlii
(Di pikiranku, dan kamu tak akan tahu apa yang terjadi padaku)

وِاللَّيَالِيْ سِنِيْن طَوِيْلَةْ سِيبْتَهَالِيْ
wal-layãlii siniin thawiila sibtihalii
(Dan malam-malam bagaikan tahun yang panjang ketika kamu meninggalkanku)

يَا انْشِغَالِيْ بِكُلِّ كِلْمَةْ قُولْتَهَالِيْ
insyighãlii bikulli kilma ultahalii
(Wahai kesenanganku, dengan segala kata yang kamu katakan padaku)

Ya Habibana Ali Lirik Arab dan Terjemahan

Ya Habibana Ali Lirik Arab dan Terjemahan




يَا حَبِيْبَنَا عَلِيّ شَيْء للهِ

Duhai Allah berkat kekasih kami Ali,

limpahkanlah karuniamu kepada kami


يَا إِمَامِ ابْنِ الإِمَامِ شَيْء للهِ

Duhai Allah berkat sang imam putra sang imam anugerahilah kami karunia-Mu


أَشْـرَقَ الْبَدْرُ عَلَيْنَا

Sang Purnama Sejati (Rasulullah) telah menyinari kami,


وَاخْتَــفىٰ بَدْرُ التَّمَامِ

Sehingga purnama lainnya tak tampak lagi


مِثْلَ حُسْنِهْ مَا رَأَيْنَا

Keindahan semacamnya tak pernah kami saksikan,


فِي الْعِــرَاقَيْنِ وَشَـامِ

Baik di Iran, Irak maupun di Syam


رَبِّ فَاجْعَلْ مُجْتَمَعْنَا

Duhai Allah, jadikanlah pertemuan kami


غَايَتُهْ حُسْـنُ الْخِتَامِ

Menghasilkan akhir yang baik (husnul khootimah)


وَاعْطِنَا مَا قَدْ سَأَلْنَا

Dan berikan semua yang pernah kami pinta,


مِنْ عَطَايَاكَ الْجِسَامِ

Dari anugerah-Mu yang berlimpah


وَاكْـرِمِ الْأَرْوَاحَ مِنَّا

Serta muliakanlah ruh kami


بِلِــــقَا خَـيْرِ الْأَنَامِ

Dengan berjumpa dengan manusia terbaik


وَأَبْلِغِ الْمُـخْتَارَ عَنَّا

Dan sampaikan kepada al-Mukhtar (Nabi Yang Terpilih)


مِنْ صَلاَةٍ وَسَـــلاَمِ

Sholawat dan salam kami

Cara Mudah Hijrah

Cara Mudah Hijrah

 




Kapan harus mulai berhijrah? Mulai darimana?

Jawabannya adalah sekarang, dimulai dari hal yang kecil!

Kenapa harus sekarang, karena kita gak pernah tau kapan ajal menjemput.

Jangan sampai Anda meninggal dalam keadaan belum berhijrah.

Cara Hijrah

Untuk Anda yang ingin mulai berhijrah, berikut ini ada 3 cara hijrah yang bisa kita lakukan untuk menjadi pribadi yang lebih baik:

1. Mulai Dari Hal Kecil

Cara hijrah pertama, mulailah perubahan itu dengan hal-hal kecil saja, seperti menjauhi hal-hal yang bersifat negatif, itu saja dulu.

Walaupun Anda belum berbuat kebaikan, setidaknya Anda tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT.

Perlahan-lahan tinggalkan kebiasaan buruk Anda satu per satu, lalu mulailah dengan menanam sedikit demi sedikit kebaikan.

Itu sudah merupakan kemajuan dari proses hijrah Anda!

“Tidak akan ada perubahan besar jika tidak dimulai dari perubahan yang kecil”

2. Meninggalkan Lingkungan yang Buruk

Cara hijrah yang perlu Anda lakukan selanjutnya adalah meninggalkan lingkungan yang membawa efek negatif bagi diri Anda.

Mulailah mencari lingkungan baru yang bisa menuntun Anda ke jalan yang lebih baik.

Percayalah, disaat inilah tantangan besar mulai datang menghampiri Anda!

Tapi woles aja, Anda cukup sebut dalam hati “Allah Maha Kuat,” dan yakinlah Allah akan memberi kita kekuatan ekstra untuk menghadapi ujian tersebut.

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628) 

3. Konsisten

Cara hijrah terakhir adalah konsisten. Konsisten adalah hal yang lebih sulit lagi.

Bagi kebanyakan kita, membuat itu lebih mudah daripada merawat. Sama halnya dengan hijrah, berhijrah itu mungkin lebih mudah, namun istiqomah dalam perubahan itu yang sulit.

Tapi selama niat kita kuat Insya Allah kita akan selalu istiqomah dan diberikan kekuatan untuk itu.

Oleh karena itu, kita tetap butuh support dari orang-orang terdekat untuk selalu mengingatkan kita.

dikutip dari:https://www.mysimpletricks.com/cara-hijrah/